Kamis, 23 April 2020

Diposting oleh strataedu.blogspot.com di 19.55 0 komentar

(MARHABAN YA RAMADHAN) 






PERIHAL REZEKI, ALLAH YANG JAMIN

Tentang sesuatu yang entah tidak kita ketahui. Tentang rencana-Nya yang luar biasa untuk setiap makhluknya. Yaa… tiadalah daya melainkan dengan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Tuhan sudah mengatur segala sesuatu sebelum menciptakan setiap nyawa. Sudah terjamin dan sudah tertata rapi dengan segala kebaikan dari kuasa-Nya. Apapun itu yang sudah terjadi merupakan karunia dari Sang Maha Pencipta. Tiadakah diri kita menyadari apa saja karunia-Nya ? tidakkah kita kembali melihat apa yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita ? tak luput suatu apapun. Begitu banyak  nikmat, karunia, dan anugerah yang sudah dilimpahkan kepada setiap hambanya. Sudah begitu besar cinta-Nya kepada hambanya. Dengan demikian patutkah kita kembali kufur nikmat ? banyak. Maka itulah manusia yang selalu meminta lebih dari apa yang sudah dikaruniakan. Banyak keinginan yang ingin dicapai, tujuan yang musti digapai dan impian yang ingin diwujudkan tetapi lalai terhadap Sang Pencipta. Banyak nikmat berupa keinginan yang diberikan, namun tidak dapat dipungkiri banyak pula cara yang tidak halal dilampauinya. Itulah sebagian resensi mengenai setiap manusia yang kerap kali haus dengan karunia-Nya namun enggan sadar seberapa besar ibadah kepada Tuhannya.

Rezeki setiap orang tentu hanya Tuhanlah yang memberi, setiap nafas, denyut nadi, dan denyut jantung tiada bekerja melainkan dengan perintah  Tuhan. Apapun yang kita dapatkan hanyalah bersumber dari Yang Maha Pemberi. Hal ini membuat saya kembali terkagum – kagum mengenai betapa besar rasa cinta-Nya kepada hambanya, betapa besar rasa kasih kepada hambanya, dan juga betapa besar rasa sayang-Nya kepada hambanya. Bersyukur. Hanya itu yang bisa saya ucapkan sebagai rasa terima kasih atas segala karunia-Nya serta kembali memahami diri sendiri mengapa demikian besar Allah memberi saya nikmat dengan seberapa banyak dan seberapa ikhlas saya beribadah kepada-Nya. Bahkan saya sendiri malu dengan demikian banyak nikmat tetapi maksiat selalu saya kerjakan. Namun, hanya Sang Maha Pemurahlah kita dikembalikan. Selalu mengharap ampunan-Nya dan juga pertolongan-Nya sehingga Allah senantiasa ridho.  Kita sebagai manusia hanya bisa mengangan – angan, merencanakan, memimpikan. Tetapi yang mewujudkan hanya bergantung kepada Allah. Setiap manusia bebas mempersiapkan dengan ilmu yang dimilikinya, merencanakan apapun, tetapi sebelum itu Allah sudah rapi menyiapkan setiap takdir manusia. Bukankah takdir itu bisa diubah ? tentu saja. Dengan rencana yang baik insyaallah Allah ridho. Hal ini merupakan suatu perkara diluar batas pemikiran kita mengenai kuasa ridho Allah. Sebagai petunjuk, Allah akan memudahkan setiap urusan kita, memudahkan apa yang sebenarnya kita anggap sangat sulit tetapi dengan mudahnya terlewati begitu saja. Itulah sebuah kekuatan doa. Dalam fardhu kita memohon, meminta dan berserah diri. Hanya kepada-Nya, Sang Khaliq.

Pernah suatu ketika tak hentinya saya memikirkan sebuah karunia yang Allah berikan kepada saya. Berikut kisahnya. Yang lebih dulu mengatur rezeki saya dan juga rezeki kita semua. Tidak akan ada yang salah atau bahkan tertukar. Itulah keyakinan saya, meskipun diri ini masih selalu iri dengan rezeki orang lain. Pada saat itu saya masih bekerja disebuah drinkresto di mall bergengsi di Surabaya. Sekitar sudah 9 bulan saya menekuni pekerjaan itu. semua fasilitas termasuk transportasi sudah disediakan, kebetulan saat pulang – pergi kerja, saya menggunakan transportasi ojol (Grab) sejak pertama saya kerja. Karena keterbatasan motor dirumah dan keterbatasan motor dari kantor saya harus menerima pilihan ini. Kemudian entah doa siapa yang sedang Tuhan kabulkan untuk saya atau doa saya sendiri yang sedang Tuhan kabulkan, benar – benar baru kali ini terjadi sepanjang saya menggunakan transport ini. Dalam aplikasi grab berkolaborasi dengan Ovo sebagai media pembayaran online atau bisa dikatakan dengan dompet digital, atau dompet online. Waktu itu saya berangkat kerja dengan tariff seperti biasa. Kemudian selang beberapa hari saya cek apps Ovo lalu saya kaget, tertera saldo point bertambah sekitar 6 rb. Saya ingat betul jumlah sebelumnya dan sudah saya cek notifnya. Kemudian saya rasa mungkin mendapat reward, Alhamdulillah. Dihari kedua dan ketiga berlangsung persis demikian bertambah lagi saldonya, namun reward dihari kedua sebesar 14 rb, luar biasa menurut saya tidak menyangka. Sesuai dengan yang Allah katakana bahwa rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka – sangka. Hal yang langka dan mungkin hanya Alah yang tau dan yang pasti Allah yang memberi. Berlanjut hari ketiga saya cek dan mulai ada harapan lagi. Ternyata benar, saldo point saya bertambah 22 rb. Saya cek nulang, saya cari asal muasalnya. Saya cek notif dengan sangat teliti. Hasilnya nihil. Saya tidak menemukan  sebab apapun yang menunjukkan alasan penambahan saldo point tersebut. Kemudian saya berdoa semoga Tuhan memberikan lagi yang lebih dari hari ini, namun semakin saya berharap hal itu tapi mungkin Tuhan sudah memberi jalan lain. Ternyata tidak terjadi hal serupa dihari keempat. Tiga kali kesempatan sudah sangat menyakinkan saya bahwa Allah Maha Besar beliau bisa melakukan apapun untuk hambanya sesuai dengan kehendaknya. Dan rasa syukur kembali menyelimuti hati saya. Allah Maha Baik. Menolong setiap hamba diwaktu yang sangat tepat. Yang kebetulan pada saat itu keuangan saya sedang menipis. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai merenung, bisakah saya menemukan sebab Tuhan memberikan ini kepada saya. Beberapa hari sebelum itu saya infaq ke musholah sebesar XXXX saja saya jadwal setiap hari jum’at, kemudian saya berpikir mungkin itu balasan dari Allah, dari XXXX menjadi 22 rb. Subhanallah. Berlipat-lipat balasannya. Rezeki manusia hanya Allah yang tau. Mungkin juga ada doa ibu bapak saya yang sedang dikabulkan oleh Allah untuk memudahkan segala urusan saya hingga terjadi hal demikian. Syukur Alhamdulillah. 

Berdasar kisah tersebut mari sedikit banyak kita serap faedahnya. Bagaimana Tuhan memberikan nikmat yang tidak disangka – sangka datangnya, meskipun dari arah yang tidak mungkin pun ketika Tuhan sudah berkehendak kita bisa apa. Bersyukur dan merasa cukup itu intinya. Dan terus berbuat kebaikan itu  kuncinya, karena berbuat baik akan mendatangkan sebuah kebaikan yang lebih. Jangan bosan berdoa dan meminta. Allah sayang terhadap hambanya tidak terkecuali, patuhi perintahnya karena kitalah yang membutuhkannya bukan sebaliknya. Jangan berpaling sedikitpun dari kuasanya. Sungguh segala sesuatu itu ukuran dari apa yang sudah kita perbuat, yang sudah kita tanam. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada kita semua. Aamiin.  
  
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN :)




Kamis, 08 Juni 2017

Peri Cantik Berjas Putih

Diposting oleh strataedu.blogspot.com di 20.17 0 komentar


PERI CANTIK BERJAS PUTIH
                                                Oleh : Dwiki Ayu Pramudya


Namaku Rasya Omeha, seorang anak yang selalu bermimpi menjadi orang besar. Menjadi yang selalu ibuku impikan. Kisahku dimulai sejak aku masih kelas 1 SMP, dimana semua mimpi – mimpiku telah ku ukir dalam memori otakku. Semasa aku mulai mengerti arti sebuah perjalanan hidup, arti sebuah kasih sayang dari seorang ibu hingga kasih sayang dari seorang teman. Sejak saat itu aku mengenal seorang teman bahkan sahabat. Reyna, Dino dan Rhea, merekalah seorang teman yang menjadi salah satu alasanku untuk terus bermimpi. Dengan semangat juang kami bersama berjuang untuk mewujudkan mimpi indah kami. Semua berawal ketika kami sama – sama mengukir mimpi. Disana kisahku bermula.
            Memakai sebuah jas putih, dengan alat – alat yang begitu rumit, berwajib selalu tersenyum dengan orang asing, dan berbagai jenis obat – obatan. Aku akan menjadi salah satu diantara mereka. Tentu. Tentu saja aku akan mengukir mimpiku dari saat ini. Akan ku buat orang – orang menungguku sukses dimasa depan tersenyum kepadaku hingga mereka memelukku dengan ucapan “Selamat, kamu sukses”. Ibu. Dia adalah alasan utamaku mengapa aku harus memperjuangkan impianku serta memperjuangkan hidupku bersamanya. Bermimpi akan selalu hadir disetiap mimpi bahkan saat aku tak lagi bermimpi. Orang yang selalu mendukungku disaat semua orang berkata tidak bahkan menolak. Wanita yang menjadi panutan semangat untukku. Bidadari yang begitu sempurna dimataku. Iya, ibuku yag terbaik. Benar – benar yang terbaik.
            “Nak, ini kotak sarapan untukmu. Jangan lupa nanti waktu istirahat kamu makan ya. Ibu tidak mau kamu jajan sembarangan diluar.” Begitulah pesan yang disampaikan setiap pagi sebelum aku berangkat kesekolah.  “Tentu saja ibu, jangan khawatir seorang dokter juga harus bisa menjaga kesehatannya bukan  ? aku akan menjadi dokter yang sehat.” Kagumku pada ibu. Sorot matanya yang selalu mampu membuatku nyaman memandangnya juga menatapnya. Rutinitas yang selalu aku kerjakan ialah sekolah, dimana disana aku mampu membangun sebata demi sebata impian yang telah ku desain bersama ibu yang merupakan langkah awal kesuksesanku kelas. Nanti. Ibu bersabarlah sedikit, suatu saat aku akan mengobatimu dengan begitu sempurna, sehingga tidak akan ada lagi penyakit yang mampu membuat senyummu pudar bahkan tak akan kubiarkan mata indah itu menjadi sayu hingga rapuh. Tidak ibu. Tunggu anakmu nanti yang akan menjadi seorang dokter, aku berjuang untukmu bu, jadi bersabarlah sedikit.
 “Sya, kamu kenapa kok kelihatannya sedih gitu ? ada sesuatu sama ibu kamu ?”, sapa Dino saat tiba ditanam sekolah. lamunanku buyar seketika. “Dio, kapan datangnya Rhea mana kok gak bareng kamu ?” tanyaku padanya. “ah, baru saja, kamu sih kebanyakan ngelamun. Aku tadi bareng kok sama Rhea, dia lagi ke kamar mandi.” Jawabnya. “udah ya Sya kamu tenang saja, nanti kalo kita sama – sama sukses dengan impian kita, aku janji kita bakal berjuang sama – sama untuk semua orang termasuk ibu kamu. Kamu masih ingat kan sama janji – janji kita dulu. Impian kita akan menjadi kenyataan, tapi kamu juga harus semangat bukan, sudah tidak ada gunanya melamun. Saatnya kita berjuang untuk ibu kamu. Itukan imipianmu ?” lanjut Dino, “Iya, kamu bener . buat apa aku harus bersusah – susah seperti ini. Aku janji bakal ngelakuin apa saja untuk ibu biar cepet sembuh.”. itulah segelintir ucapan dari seorang sahabat yang selalu membangkitkan semangatku. Seorang yang selalu bisa membuatku semakin mampu untuk bermimpi dan terus membangun mimpi itu.
Guruku  memberiku tugas mencari sebuah materi mengenai ciri – ciri seorang yang menderita penyakit Leukimia. Tentu saja rasa semangat belajarku luntur seketika. Lagi dan lagi ku teringat kata dokter spesialis Leukimia. Ibuku menderita penyakit itu, dan untuk itulah aku ingin menjadi seorang dokter spesialis kanker darah. Dimana penyakit kanker yang tak asing terdengar mematikan. Hanl yang membuat para penderitanya hilang harapan. Semua cahaya yang telah ada seketika menjadi suram. Dan, benar – benar suram. Namun tidak bagiku, ibuku akan menaklukan penyakit itu. Penyakit yang setiap hari menggerogoti ibuku, yang semakin hari tubuhnya semakin lemah. Aku tidak ingin melihat ibuku terbaring lemah tak berdaya dikeranjang rumah sakit seperti dulu, saat aku mngertahui bahwa ibu divonis dokter menderita penyakit itu. Saat dimana harapan untuk hidup sudah tak ada lagi baginya. Saat dimana seorang ibu harus berjuang menjadi ibu yang terbaik diwaktu yang masih diberikan Tuhan.  Dan saat itulah mulai kubangun tekadku, kutata niatku, kubuang fikiran negativ yang selalu ingin meruntuhkan semangatku. Menjadi seorang dokter spesialis kanker darah. Dan aku akan membuktikan pada dunia bahwa impianku akan membawa senyum ibuku yang berseri – seri. Yang akan bahagia dimasa nanti saat aku benar – benar bisa membuat ibuku kembali sehat. Bertahanlah ibu. Putrimu saat ini benar – benar berjuang untukmu.
Hari telah begitu larut, rasa kantuk yang kian menjelma dalam gelapnya malam. Bintang yang sekaan tak ingin bersinar menghias malamku. Bulan yang selalu bersembunyi dibalik awan. telfonku berbunyi, “Ada apa Yo?” tanyaku pada Dio yang sedang menelvonku untuk bertanya masalah tugas sekolah yang telah diberikan ibu guru minggu lalu. Ahh, Leukemia. Kenapa aku bisa lupa. Dengan bergegas segera ku kerjakan tugas itu. Dengan berlinang air mata, mencoba tegar. Namun tak bisa. Tangan ini terasa lemas tak berdaya. Bergetar seakan tak mampu lagi. Teringat sosok ibu. Malaikat hidupku. Seraya hatiku berdoa, ingin sekali aku meminta saat ini, taburkan senyuman itu dalam mimpiku tuhan, agar aku tidak lagi merasa takut. Takut akan membuatnya kecewa. Akan kubuat setiap orang yang menderita penyakit itu sembuh. Aku akan menjadi dokter pertama yang akan melenyapkan sel kanker itu. Nanti.
Hari demi hari berlalu setelah masa – masa dimana akan menjadi hari – hari terakhir ibuku, aku akan selalu berkata tidak dan tidak. Ibu akan selalu ada disini menemani ku, sampai nanti. Tuhan kuatkan hati ini untuk menghadapi ujianmu tuhan. Izinkan malaikatku selalu ada disampingku.  “Maaf bu, sel – sel kanker yang ada dalam darah ibu benar – benar hilang, namun saat ini sel itu mulai mnyerang kembali. Itu dikarenakan sel darah putih yang ada didalam tubuh ibu tidak mampu melawan penyakit itu, sehingga dengan begitu cepatnya sel itu kembali berkembang.” Itulah kata dokter spesialis Leukemia saat terakhir ku antar ibuku untuk periksa ke dokter.  Tangis kami pecah seketika. Rasa yang hancur dan sehancur – hancurnya. “Sudah nak, jangan menangis, nanti kalau kamu nangis ibu juga akan sedih. Kamu tau kan ibu tidak suka orang yang suka menangis. Sudah, ini semua adalah ujian Tuhan agar kita semakin kuat. Lihat mereka yang senasib dengan ibu. Mereka semua sedang berjuang nak, demi orang – orang yang mereka sayangi. Begitupun ibu. Demi kamu nak, nanti jika kamu benar – benar menjadi dokter, sembuhkan mereka atas izin Allah nak. Ibu yakin kamu pasti bisa. Berikan senyuman terindahmu kepada mereka. Sehingga mereka tidak hanya ingin hidup tapi mereka mempunyai alasan untuk berjuang. Tersenyumlah. Semua yang terjadi sudah seharusnya terjadi. Tetaplah berdoa memohon yang terbaik kepada-Nya. Tuhan tidak tidur, dan akan selalu mendengar doamu untuk ibu. Percayalah. Ibu tetap disini. Didalam hatimu.”. Rasanya seakan ditusuk jarum seribu kali, hati yang awalnya kokoh sekarang hancur, remuk. Dan seremuk – remuknya. Semua hilang dalam sekejap.
Semua telah berlalu. Semua harapan ku musnah ketika aku akan menjadi seorang mahasiswi, ibu pergi saat akan wisuda SMA ku, ibu pergi ketika aku benar – benar ingin menunjukan prestasiku padanya. Aku mendapat beasiswa kuliah. Untuk jadi dokter. Dokter spesialis. Namun hari itu hari dimana kubuat bata impian akan tersusun rapi dan serapi mungkin. Demi ibu, untuk memenuhi pesan terakhirnya. Dengan hidup yang serba pas – pasan bersama Bibi. Tak pernah menyesal, namun akan kubuat mimpi besarku menjadi kenyataan. Benar – benar menjadi kenyataan. Dan saat itu ketiga sahabatku juga demikian, setelah wisuda kelulusan SMA mereka merajut karier dengan sebaik – baiknya. Dengan 1 ikatan untuk sukses dan tetap menatap langit yang sama. Saat itu aku benar – benar tidak sedikitpun melirik cinta. Ini bukan saatnya. Bukan saatnya untuk bermain, tapi mewujudkan mimpi. Mimpi besar yang akan menungguku disana. Mimpi yang selalu ibu tunggu disurga sana. Mungkin, cintaku boleh gagal, tapi karierku harus super, karena sukses mengundang cinta yang lebih berkelas. Itu yang ibu ajarkan. Itu yang selalu ibu tanamkan dalam kehidupanku. Berusaha itu pasti, berjuang dengan sepenuh hati merasa mampu dengan hal – hal yang paling sulit. Disanalah sebuah mimpi akan terwujud.  Tetap yakin, itu prinsipnya. Menitih karier tanpa kehadiran seorang ibu memang sulit. Dan memang sangat sulit. Namun akan lebih sulit lagi jika disaat kehadiran ibu, mimpi itu belum sama sekali terbangun. Dengan ini tekadku semakin kuat. Semakin tangan ini mengepal semakin kuat niat ini, dan akan selalu bisa bangun disaat jatuh. Dan sejatuh – jatuhnya.
Pagi itu, aku telah bersiap untuk berangkat. Telah siap bertemu mereka yang selalu mepunyai harapan besar. syukur Alhamdulillah, atas izin Allah, doa ku benar – benar terkabul, mungkin disurga sana ibu juga selalu mendoakan ku. insyaallah bisa. Hari itu aku akan memulai semua yang memang sudah ada didepan mataku. Kutatap sinar mentari yang seakan menyambutku hari ini. Kutatap langit yang cerah seakan ikut merasa bahagia melihatku. Kembali teringat kepada sosok yang selalu hadir dalam mimpi tidurku setiap malam. “Non, ini nyonya pernah menitipkan surat pada bibi sebelum nyonya meninggal. Beliau berpesan untuk memberikan surat ini saat hari pertama non kerja dan memakai jas putih dengan senyuman yang begitu cerah. Dan bibi rasa ini adalah saatnya.” Tangisku mulai pecah tak mau berhenti. “makasih bi.” Respon singkatku, yang tak sabar ingin membuka surat itu. Kertas warna biru sebiru warna langit saat itu dengan amplop yang indah tertulis “Selamat pagi peri cantik berjas putih.” bibirku terangkat dengan hebatnya air mata terus mengalir. Kubuka serta kubaca tanpa ada sekatapun yang akan terlupa.
“ selamat pagi Dokter Rasya Omeha ? ibu yakin kamu sudah sarapan bukan ? dan ibu yakin saat ini kamu akan menangis serta tersenyum. Sudah nak, ibu akan selalu bahagia disini. Jangan pernah lagi meneteskan air matamu yaa. Ingat ibu saat kamu akan menangis. Maaf nak ibu telah menyembunyikan ini semua dengan bibi. Ibu hanya ingin mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi, bukan begitu ? kita tidak akan tau, seberapa panjang umur kita. Esok kah, atau sekarang kah kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi. Untuk kamu nak, terus menjadilah dokter yang baik, mampu membantu orang lain. Mungkin ibu tidak selamat, tapi selamatkan mereka yang sedang mempunyai harapan besar. jadikan lah ibu sebagai alasan mu untuk terus berjuang demi mereka yang mempunyai nasib seperti ibu. Bantu mereka nak, perjuangkan mereka seperti kamu memperjuangkan ibu saat ibu masih sakit dulu. Rasanya benar – benar sakit nak, demi Allah lahir batin. Masih banyak yang ibu belum berikan padamu, termasuk menemanimu menjadi sarjana dengan berbagai prestasi terbaikmu. Maafkan ibu yang tak bisa menemanimu selama meniti karier hingga menjadi sehebat ini. Tapi satu nak, ibu sudah sangat yakin kamu akan berhasil, karena ibu telah menanamkan hal yang begitu mulia dalam hatimu, itu pesan ayahmu dulu. Teruslah berjalan maju. Jangan meyerah ya nak. Ah sudah, saatnya kamu harus bekerja. Jangan telat makan ya nak. Dokter gak boleh sakit. Oh iya, bangun juga karir cintamu, jodohmu pasti orang sebaik ayahmu dulu. Jodohmu yang akan menunggu, atau kau yang saat ini sedang menunggu ? Jangan takut, ibu ada di hatimu. Iya, akan selalu dihatimu.” Sepucuk surat yang sukses membuat tangisku pecah. Aku benar – benar rindu kecupan pagi setelah sarapan sebelum berangkat kesekolah. Iya kecupan yang tiada seorang pun yang dapat menggantikannya. Namun, kecupan itu akan selalu dalam hati. Dan, tidak akan pernah hilang. Setelah itu, aku benar – benar yakin ibuku akan selalu mendukungku. Dan, kembali ku mulai tugasku.
“Terima kasih Dokter Rasya Omeha,  anak saya saat ini sudah bisa bersekolah berkat dokter juga atas izin Tuhan.” Ucap seorang bapak  dengan rasa yang entah bagaimana. Matanya berair namun bibirnya tersenyum. “terima kasih juga bapak telah mempercayai saya juga atas izin Allah untuk mengobati akan bapak. Dan itu semua atas kehendak Allah. Jadi, sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada yang di atas.” Alhamdulillah.
Ibu aku berhasil. Tuhan sampaikan salamku pada ayah ibu ku disurga, sampaikan bahwa anaknya sekarang sedang merindukannya. Sangat merindukannya.







Do’aku untuk ibu :
Tuhan, ku mohon pada-Mu, berilah selalu kebahagian yang selalu untukku serta ibuku
Selalu jernihkan hati serta pikiranku agar ku bisa melukis senyuman itu disetiap hari
Berilah selalu kami nikmat yang selalu mampu membuatku mengucap syukur tiada henti
Jadikan malam yang tanpa bintang, saat ini menjadi ribuan bintang yang bersinar
Jadikan sunyinya malam menjadi ramainya hati dengan ucapan syukur
Jadikan hidupku lebih berarti atas ridhonya, juga ridho-Mu
Tuhan, kehendakilah sesuatu yang baik untuk ku juga ibuku
Sungguh, tiada yang mampu mengenalnya lebih baik dariku.
Berilah selalu kami waktu terbaik agar kami mampu melukis cerita indah bersama


Minggu, 15 Januari 2017

tips1_Yourself

Diposting oleh strataedu.blogspot.com di 23.14 0 komentar


                                 MENGENAL DIRI SENDIRI

Taukah kamu, hal terbesar yang mempu membuatmu hancur ialah kesalahan saat kamu tidak mengenali dirimu sendiri. Dalam arti kamu tidak memahami segala karakter dan sifatmu sendiri. Hal itu akan membuatmu semakin sulit untuk melangkah. Sejauh mana kemampuanmu ? sebesar apa pengorbananmu ? dan sebagus apa hasil perjuanganmu ? itulah adalah tertanyaan yang wajar bukan. Setiap kali kita bermimpi tentu kita kita harus melangkah sedikit demi sedikit semampu kita. Tetapi, disaat kita tidak tau harus melangkah yang seperti apa itulah yang akan membuatmu ragu dalam berjuang. Dengan pembahasan berikut ini semoga kamu terinspirasi dan mampu mengenali dirimu sendiri.
Cek it out !

1.  ---->  Belajar mengakui kelemahan dan kelebihan
Semua orang pasti mempunyai kelemahan dan kelebihan bukan ? dengan kita mengenali kekurangan dan kelebihan kita tentu kita akan mampu melangkah lebih maju. Disaat kita dilanda dengan berjuta  - juta kekurangan maka disitu tentu ada beribu – ribu kelebihan yang mampu menutupi kekurangan itu. Mungkin saat ini kita tidak bisa melalukan karena begitu besar kelemahan yang kita miliki, namun, jangan salah jika dikemudian hari kita mampu melakukan itu. Saat itulah semua kekurangan yang kita miliki telah terpenuhi dengan segala klebihan yang kita miliki. Jangan pernah mencoba menutupi kekurangan yang kamu miliki, pelajari kekurang itu lalu belajarlah dengan menjadikannya suatu kelebihan. Yakinlah bahwa saat kamu kurang bisa di bidang ini, dibidang lain kamu bakal menjadi unggul.
2.  ----->  Kenali diri sendiri melalui perasaan
Perasaan ini lah yang dapat menggambarkan diri kita, apakah kita memiliki perasaan yang halus, sensitive atau justru sebaliknya. Sebagai contoh, kita melihat seseorang sedang bekerja keras untuk membangun bisnis agar hidupnya tidak melarat. Melihatnya sukses membangun bisnis kita cenderung inginmenjadi sepertinya yaitu mengikuti langkah kerjanya hinggan menjadi pebisnis sukses. Inspirasi darinya yang menjadi bagi kita untuk lebih giat dan tekun. Disinilah perasaan kita mulai tergugah dan termotivasi.
3.   -----> Kenali diri sendiri melalui pikiran
Pikiran memiliki kekuatan yang dahsyat yang dapat mengubah apapun.  Pikiran kita yang penuh dengan rahasia dan misteri. Tentu dari faktor dalam maupun luar yang menjadi penyebab kita mulai berfikir. Cara mendeteksinya ialah dengan cara pola piker kita, pembentukan pola piker melalui proses yang tidak instant dan cenderung memerlukan pengorbanan. Kenali pikiran – pikiran kamu dengan cara melatihnya secara terus menerus, tentunya dengan cara yang wajar dan jangan biarkan ia menjadi kerdil.  Dan terus kembangkan dengan cara – cara yang menurutmu bagus.

Nah itulah sedikit tips mengelani diri sendiri. Sebagaimana kita yang sudah SMA tentu saat yang tepat untuk terus megasah bahkan membuat diri sendiri menjadi berkualitas bukan ? ayo terus gali potensi – potensi yang telah kita miliki. Buatlah diri kita sendiri menjadi seorang yang berkualitas dan bisa ditempatkan dimanapun. Dan kesemuanya itu diawali dengan mengenali diri sendiri. Kenali dirimu sendiri sebaik mungkin terlebih dahulu, sebelum orang lain yang yang terlebih dulu mengenali dirimu.
salam semangat yupss....
DWIKIAYUP
 

Jumat, 01 April 2016

Kisah Teladan

Diposting oleh strataedu.blogspot.com di 14.05 0 komentar
Ammar bin Yasir

                Ammar bin Yasir termasuk orang yang pertama masuk islam. Sebagaimana pemeluk islam lainnya, Amir juga tidak terlepas dari siksaan kaum kafir. Bani Makhzum adalah keluarga yang diperintahkan untuk menyiksa Ammir bin Yasir. Keteguhan yang di miliki Ammir bin Yasir dan kedua orang tuanya dalam mempertahankan ketauhidan, seperti Bilal. Ia bersama kedua orang tuanya disiksa tanpa apapun.
      Meski demikian, iman mereka tidak tergoyahkan walaupun berbagai siksaan dan hinaan datang silih berganti. Keteguhan iman dan keberanian untuk membela dan mempertahankan kebenaran sungguh merupakan contoh yang dapat dijadikan teladan. Pada saat ini, banyak orang yang mengorbankan tauhid hanya karena imbalan materi dan banyak pula orang yang meninggalkan islam karena urusan duniawi yang tak tercukupi.
      Ammar bin Yasir pernah dicambuk, dipanggang dan ditenggelamkan didalam air sampai pingsan. Sekalipun demikian, imannya kepada Allah tidak pernah pudar. Bahkan, keyakinannya kepada Allah dan Rasul-Nya semakin kuat dan mantap. Allah selalu menguji keimanan seseorang melalui segala percobaan hidup (Q.S al-‘Ankabut/29:2). Oleh karena itu jika kalian mengalami beratnya cobaan hidup, bersabarlah dan bertawakallah setelah kalian berusaha menyelesaikannya. Beratnya siksaan yang diterima keluarga Ammar, Rasulullah saw bersabda “Sabarlah wahai keluarga Ammar, tempat yang telah dijanjikan kepada kalian adalah surge.”
       Setelah dimerdekakan, Ammar benar- benar ,engabdika dirinya hanya semata – mata untuk Allahswt. Ia menjadi sahabat yang disenangi oleh Rasulullah saw.Ammar adalah seorang Ansar yang cerdas. Ia menyatakan keislamannya pada usia 11 tahun. Ia memeluk agama islam bersama keluarganya ketika Rasulullah saw hijrah ke Madinah.
      Orang – orang kafir memiliki cara yang berbeda – beda dalam melalukan penyiksaan terhadap pemeluk islam. Jika pemeluk islam dari keluarga kaya, mereka menghadapinya dengan gertakan dan ancaman. Akan tetapi, jika pemeluk islam itu berasal dari budak, mereka menyiksa habis – habisan, sebagaimana yang dialami keluarga Yasir. Keluarga Yasir berasal dari keluarga miskin dan budak sebagai orang Quraisy menyiksa mereka dengan membawanya kepadang pasir Mekkah yang sangat panas. Mereka didera dan disiksa sesuka hati, tanpa belas kasih sedikit pun.
Siksaan yang diperlukan terhadap Ammar bin Yasir sampai ia tidak sadarkan diridengan apa yang diucapkan ketika disiksa. Orang – orang kafir membakar Ammar bin Yasir dengan api. Pada saat itulah, Rasulullah melewati tempat penyiksaan. Rasulullah kemudian memegang kepala Ammar bin Yasir dengan tangan nya sambil berdoa, “Hai, api jadilah kamu sejuk dingin ditubuh Ammar, sebagaimana dahulu kamu juga sejuk di tubuh Ibrahim.”
      Ammar benar – benar disiksa sangat berat ketika pada suatu hari ia dicambuk sekuat – kuatnya oleh para sanderanya dan dibakar dengan besi pans sampai disalib diatas pasir panas dengan ditindih batu. Bahkan, ia ditenggelamkan didalam air sampai sesak nafas dan mengelupas kulit – kulitnya.
      Meskipun didera berbagai siksaan, Ammir dan keluarganya tetap teguh dalam bertauhid kepada Allah. Sungguh teguh iman mereka kepada Allah swt.

 

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Followers

About Me

strataedu.blogspot.com
Lihat profil lengkapku
 

Dwiki APramudya Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei