(MARHABAN YA RAMADHAN)
PERIHAL REZEKI, ALLAH YANG JAMIN
Tentang sesuatu yang entah tidak kita ketahui. Tentang
rencana-Nya yang luar biasa untuk setiap makhluknya. Yaa… tiadalah daya
melainkan dengan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Tuhan sudah mengatur segala
sesuatu sebelum menciptakan setiap nyawa. Sudah terjamin dan sudah tertata rapi
dengan segala kebaikan dari kuasa-Nya. Apapun itu yang sudah terjadi merupakan
karunia dari Sang Maha Pencipta. Tiadakah diri kita menyadari apa saja
karunia-Nya ? tidakkah kita kembali melihat apa yang sudah Tuhan anugerahkan
kepada kita ? tak luput suatu apapun. Begitu banyak nikmat, karunia, dan anugerah yang sudah
dilimpahkan kepada setiap hambanya. Sudah begitu besar cinta-Nya kepada
hambanya. Dengan demikian patutkah kita kembali kufur nikmat ? banyak. Maka
itulah manusia yang selalu meminta lebih dari apa yang sudah dikaruniakan.
Banyak keinginan yang ingin dicapai, tujuan yang musti digapai dan impian yang
ingin diwujudkan tetapi lalai terhadap Sang Pencipta. Banyak nikmat berupa
keinginan yang diberikan, namun tidak dapat dipungkiri banyak pula cara yang
tidak halal dilampauinya. Itulah sebagian resensi mengenai setiap manusia yang
kerap kali haus dengan karunia-Nya namun enggan sadar seberapa besar ibadah
kepada Tuhannya.
Rezeki setiap orang tentu hanya Tuhanlah yang memberi,
setiap nafas, denyut nadi, dan denyut jantung tiada bekerja melainkan dengan
perintah Tuhan. Apapun yang kita
dapatkan hanyalah bersumber dari Yang Maha Pemberi. Hal ini membuat saya
kembali terkagum – kagum mengenai betapa besar rasa cinta-Nya kepada hambanya,
betapa besar rasa kasih kepada hambanya, dan juga betapa besar rasa sayang-Nya
kepada hambanya. Bersyukur. Hanya itu yang bisa saya ucapkan sebagai rasa
terima kasih atas segala karunia-Nya serta kembali memahami diri sendiri
mengapa demikian besar Allah memberi saya nikmat dengan seberapa banyak dan
seberapa ikhlas saya beribadah kepada-Nya. Bahkan saya sendiri malu dengan
demikian banyak nikmat tetapi maksiat selalu saya kerjakan. Namun, hanya Sang
Maha Pemurahlah kita dikembalikan. Selalu mengharap ampunan-Nya dan juga
pertolongan-Nya sehingga Allah senantiasa ridho. Kita sebagai manusia hanya bisa mengangan –
angan, merencanakan, memimpikan. Tetapi yang mewujudkan hanya bergantung kepada
Allah. Setiap manusia bebas mempersiapkan dengan ilmu yang dimilikinya,
merencanakan apapun, tetapi sebelum itu Allah sudah rapi menyiapkan setiap
takdir manusia. Bukankah takdir itu bisa diubah ? tentu saja. Dengan rencana
yang baik insyaallah Allah ridho. Hal ini merupakan suatu perkara diluar batas
pemikiran kita mengenai kuasa ridho Allah. Sebagai petunjuk, Allah akan
memudahkan setiap urusan kita, memudahkan apa yang sebenarnya kita anggap
sangat sulit tetapi dengan mudahnya terlewati begitu saja. Itulah sebuah
kekuatan doa. Dalam fardhu kita memohon, meminta dan berserah diri. Hanya
kepada-Nya, Sang Khaliq.
Pernah suatu ketika tak hentinya saya memikirkan sebuah
karunia yang Allah berikan kepada saya. Berikut kisahnya. Yang lebih dulu
mengatur rezeki saya dan juga rezeki kita semua. Tidak akan ada yang salah atau
bahkan tertukar. Itulah keyakinan saya, meskipun diri ini masih selalu iri
dengan rezeki orang lain. Pada saat itu saya masih bekerja disebuah drinkresto
di mall bergengsi di Surabaya. Sekitar sudah 9 bulan saya menekuni pekerjaan
itu. semua fasilitas termasuk transportasi sudah disediakan, kebetulan saat
pulang – pergi kerja, saya menggunakan transportasi ojol (Grab) sejak pertama
saya kerja. Karena keterbatasan motor dirumah dan keterbatasan motor dari
kantor saya harus menerima pilihan ini. Kemudian entah doa siapa yang sedang
Tuhan kabulkan untuk saya atau doa saya sendiri yang sedang Tuhan kabulkan,
benar – benar baru kali ini terjadi sepanjang saya menggunakan transport ini.
Dalam aplikasi grab berkolaborasi dengan Ovo sebagai media pembayaran online
atau bisa dikatakan dengan dompet digital, atau dompet online. Waktu itu saya
berangkat kerja dengan tariff seperti biasa. Kemudian selang beberapa hari saya
cek apps Ovo lalu saya kaget, tertera saldo point bertambah sekitar 6 rb. Saya
ingat betul jumlah sebelumnya dan sudah saya cek notifnya. Kemudian saya rasa
mungkin mendapat reward, Alhamdulillah. Dihari kedua dan ketiga berlangsung
persis demikian bertambah lagi saldonya, namun reward dihari kedua sebesar 14
rb, luar biasa menurut saya tidak menyangka. Sesuai dengan yang Allah katakana
bahwa rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka – sangka. Hal yang
langka dan mungkin hanya Alah yang tau dan yang pasti Allah yang memberi. Berlanjut
hari ketiga saya cek dan mulai ada harapan lagi. Ternyata benar, saldo point
saya bertambah 22 rb. Saya cek nulang, saya cari asal muasalnya. Saya cek notif
dengan sangat teliti. Hasilnya nihil. Saya tidak menemukan sebab apapun yang menunjukkan alasan
penambahan saldo point tersebut. Kemudian saya berdoa semoga Tuhan memberikan
lagi yang lebih dari hari ini, namun semakin saya berharap hal itu tapi mungkin
Tuhan sudah memberi jalan lain. Ternyata tidak terjadi hal serupa dihari
keempat. Tiga kali kesempatan sudah sangat menyakinkan saya bahwa Allah Maha
Besar beliau bisa melakukan apapun untuk hambanya sesuai dengan kehendaknya.
Dan rasa syukur kembali menyelimuti hati saya. Allah Maha Baik. Menolong setiap
hamba diwaktu yang sangat tepat. Yang kebetulan pada saat itu keuangan saya
sedang menipis. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai merenung, bisakah saya
menemukan sebab Tuhan memberikan ini kepada saya. Beberapa hari sebelum itu
saya infaq ke musholah sebesar XXXX saja saya jadwal setiap hari jum’at,
kemudian saya berpikir mungkin itu balasan dari Allah, dari XXXX menjadi 22 rb.
Subhanallah. Berlipat-lipat balasannya. Rezeki manusia hanya Allah yang tau. Mungkin
juga ada doa ibu bapak saya yang sedang dikabulkan oleh Allah untuk memudahkan
segala urusan saya hingga terjadi hal demikian. Syukur Alhamdulillah.
Berdasar kisah tersebut mari sedikit banyak kita serap faedahnya.
Bagaimana Tuhan memberikan nikmat yang tidak disangka – sangka datangnya,
meskipun dari arah yang tidak mungkin pun ketika Tuhan sudah berkehendak kita
bisa apa. Bersyukur dan merasa cukup itu intinya. Dan terus berbuat kebaikan
itu kuncinya, karena berbuat baik akan
mendatangkan sebuah kebaikan yang lebih. Jangan bosan berdoa dan meminta. Allah
sayang terhadap hambanya tidak terkecuali, patuhi perintahnya karena kitalah
yang membutuhkannya bukan sebaliknya. Jangan berpaling sedikitpun dari
kuasanya. Sungguh segala sesuatu itu ukuran dari apa yang sudah kita perbuat,
yang sudah kita tanam. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada kita
semua. Aamiin.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN :)




