Kamis, 23 April 2020

Diposting oleh strataedu.blogspot.com di 19.55 0 komentar

(MARHABAN YA RAMADHAN) 






PERIHAL REZEKI, ALLAH YANG JAMIN

Tentang sesuatu yang entah tidak kita ketahui. Tentang rencana-Nya yang luar biasa untuk setiap makhluknya. Yaa… tiadalah daya melainkan dengan pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Tuhan sudah mengatur segala sesuatu sebelum menciptakan setiap nyawa. Sudah terjamin dan sudah tertata rapi dengan segala kebaikan dari kuasa-Nya. Apapun itu yang sudah terjadi merupakan karunia dari Sang Maha Pencipta. Tiadakah diri kita menyadari apa saja karunia-Nya ? tidakkah kita kembali melihat apa yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita ? tak luput suatu apapun. Begitu banyak  nikmat, karunia, dan anugerah yang sudah dilimpahkan kepada setiap hambanya. Sudah begitu besar cinta-Nya kepada hambanya. Dengan demikian patutkah kita kembali kufur nikmat ? banyak. Maka itulah manusia yang selalu meminta lebih dari apa yang sudah dikaruniakan. Banyak keinginan yang ingin dicapai, tujuan yang musti digapai dan impian yang ingin diwujudkan tetapi lalai terhadap Sang Pencipta. Banyak nikmat berupa keinginan yang diberikan, namun tidak dapat dipungkiri banyak pula cara yang tidak halal dilampauinya. Itulah sebagian resensi mengenai setiap manusia yang kerap kali haus dengan karunia-Nya namun enggan sadar seberapa besar ibadah kepada Tuhannya.

Rezeki setiap orang tentu hanya Tuhanlah yang memberi, setiap nafas, denyut nadi, dan denyut jantung tiada bekerja melainkan dengan perintah  Tuhan. Apapun yang kita dapatkan hanyalah bersumber dari Yang Maha Pemberi. Hal ini membuat saya kembali terkagum – kagum mengenai betapa besar rasa cinta-Nya kepada hambanya, betapa besar rasa kasih kepada hambanya, dan juga betapa besar rasa sayang-Nya kepada hambanya. Bersyukur. Hanya itu yang bisa saya ucapkan sebagai rasa terima kasih atas segala karunia-Nya serta kembali memahami diri sendiri mengapa demikian besar Allah memberi saya nikmat dengan seberapa banyak dan seberapa ikhlas saya beribadah kepada-Nya. Bahkan saya sendiri malu dengan demikian banyak nikmat tetapi maksiat selalu saya kerjakan. Namun, hanya Sang Maha Pemurahlah kita dikembalikan. Selalu mengharap ampunan-Nya dan juga pertolongan-Nya sehingga Allah senantiasa ridho.  Kita sebagai manusia hanya bisa mengangan – angan, merencanakan, memimpikan. Tetapi yang mewujudkan hanya bergantung kepada Allah. Setiap manusia bebas mempersiapkan dengan ilmu yang dimilikinya, merencanakan apapun, tetapi sebelum itu Allah sudah rapi menyiapkan setiap takdir manusia. Bukankah takdir itu bisa diubah ? tentu saja. Dengan rencana yang baik insyaallah Allah ridho. Hal ini merupakan suatu perkara diluar batas pemikiran kita mengenai kuasa ridho Allah. Sebagai petunjuk, Allah akan memudahkan setiap urusan kita, memudahkan apa yang sebenarnya kita anggap sangat sulit tetapi dengan mudahnya terlewati begitu saja. Itulah sebuah kekuatan doa. Dalam fardhu kita memohon, meminta dan berserah diri. Hanya kepada-Nya, Sang Khaliq.

Pernah suatu ketika tak hentinya saya memikirkan sebuah karunia yang Allah berikan kepada saya. Berikut kisahnya. Yang lebih dulu mengatur rezeki saya dan juga rezeki kita semua. Tidak akan ada yang salah atau bahkan tertukar. Itulah keyakinan saya, meskipun diri ini masih selalu iri dengan rezeki orang lain. Pada saat itu saya masih bekerja disebuah drinkresto di mall bergengsi di Surabaya. Sekitar sudah 9 bulan saya menekuni pekerjaan itu. semua fasilitas termasuk transportasi sudah disediakan, kebetulan saat pulang – pergi kerja, saya menggunakan transportasi ojol (Grab) sejak pertama saya kerja. Karena keterbatasan motor dirumah dan keterbatasan motor dari kantor saya harus menerima pilihan ini. Kemudian entah doa siapa yang sedang Tuhan kabulkan untuk saya atau doa saya sendiri yang sedang Tuhan kabulkan, benar – benar baru kali ini terjadi sepanjang saya menggunakan transport ini. Dalam aplikasi grab berkolaborasi dengan Ovo sebagai media pembayaran online atau bisa dikatakan dengan dompet digital, atau dompet online. Waktu itu saya berangkat kerja dengan tariff seperti biasa. Kemudian selang beberapa hari saya cek apps Ovo lalu saya kaget, tertera saldo point bertambah sekitar 6 rb. Saya ingat betul jumlah sebelumnya dan sudah saya cek notifnya. Kemudian saya rasa mungkin mendapat reward, Alhamdulillah. Dihari kedua dan ketiga berlangsung persis demikian bertambah lagi saldonya, namun reward dihari kedua sebesar 14 rb, luar biasa menurut saya tidak menyangka. Sesuai dengan yang Allah katakana bahwa rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka – sangka. Hal yang langka dan mungkin hanya Alah yang tau dan yang pasti Allah yang memberi. Berlanjut hari ketiga saya cek dan mulai ada harapan lagi. Ternyata benar, saldo point saya bertambah 22 rb. Saya cek nulang, saya cari asal muasalnya. Saya cek notif dengan sangat teliti. Hasilnya nihil. Saya tidak menemukan  sebab apapun yang menunjukkan alasan penambahan saldo point tersebut. Kemudian saya berdoa semoga Tuhan memberikan lagi yang lebih dari hari ini, namun semakin saya berharap hal itu tapi mungkin Tuhan sudah memberi jalan lain. Ternyata tidak terjadi hal serupa dihari keempat. Tiga kali kesempatan sudah sangat menyakinkan saya bahwa Allah Maha Besar beliau bisa melakukan apapun untuk hambanya sesuai dengan kehendaknya. Dan rasa syukur kembali menyelimuti hati saya. Allah Maha Baik. Menolong setiap hamba diwaktu yang sangat tepat. Yang kebetulan pada saat itu keuangan saya sedang menipis. Kemudian sedikit demi sedikit saya mulai merenung, bisakah saya menemukan sebab Tuhan memberikan ini kepada saya. Beberapa hari sebelum itu saya infaq ke musholah sebesar XXXX saja saya jadwal setiap hari jum’at, kemudian saya berpikir mungkin itu balasan dari Allah, dari XXXX menjadi 22 rb. Subhanallah. Berlipat-lipat balasannya. Rezeki manusia hanya Allah yang tau. Mungkin juga ada doa ibu bapak saya yang sedang dikabulkan oleh Allah untuk memudahkan segala urusan saya hingga terjadi hal demikian. Syukur Alhamdulillah. 

Berdasar kisah tersebut mari sedikit banyak kita serap faedahnya. Bagaimana Tuhan memberikan nikmat yang tidak disangka – sangka datangnya, meskipun dari arah yang tidak mungkin pun ketika Tuhan sudah berkehendak kita bisa apa. Bersyukur dan merasa cukup itu intinya. Dan terus berbuat kebaikan itu  kuncinya, karena berbuat baik akan mendatangkan sebuah kebaikan yang lebih. Jangan bosan berdoa dan meminta. Allah sayang terhadap hambanya tidak terkecuali, patuhi perintahnya karena kitalah yang membutuhkannya bukan sebaliknya. Jangan berpaling sedikitpun dari kuasanya. Sungguh segala sesuatu itu ukuran dari apa yang sudah kita perbuat, yang sudah kita tanam. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada kita semua. Aamiin.  
  
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN :)




Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Followers

About Me

strataedu.blogspot.com
Lihat profil lengkapku
 

Dwiki APramudya Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei